Ruh Organisasi HMI pada Kaderisasi

MADURAKU.COM - Wakil Bupati Pamekasan Raja'e menyatakan, ruh organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah pada keberlangsungan pendidikan dan pelatihan kader, karena organisasi ektra kampus itu memang merupakan organisasi kader, disamping sebagai organisasi perjuangan.

"Ruh HMI dan Korp HMI-Wati ada pada latihan kader, baik LK1, maupun LK-2, termasuk latihan kader khusus atau LKK seperti ini," kata Wabup saat menyampaikan sambutan dalam acara Pembukaan Latihan Kader Khusus (LKK) Kohati Tingkat Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Pamekasan, Selasa (10/12/2019) malam.

Ketika perkaderan di HMI sudah tidak terlaksana, sambung Wabup yang juga mantan Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan ini, maka sejatinya ruh organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane dan kawan-kawan pada 5 Februari 1947 itu telah mati.

"Maka terus lakukan model-model pelatihan, kaderisasi seperti ini. Dan saya berharap kurikulum dari pelatihan-pelatihan di HMI harus uptudate dengan perkembangan zaman yang semakin maju," ucap Raja'e.

Sebab, sambung dia, jika tidak, maka HMI berpotensi ditinggalkan oleh mahasiswa. Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan oleh para aktivis dan pengurus HMI adalah lima kualitas insan cita yang menjadi cita ideal HMI.

Lima kualitas Insan Cita yang harus menjadi pegangan para kader HMI adalah insan akademis, pencipta, pengabdi, bernafaskan Islam, serta bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT.

"Lima kualitas insan cita ini harus tetap dipegang teguh, tetap kokoh, harus tetap istiqomah dalam jiwa kader-kader HMI," ucap mantan Kepala Desa Bujur Barat ini.

LKK Tingkat Nasional yang digelar oleh Korp HMI-Wati (KOHATI) Cabang Pamekasan kali ini diikuti sebanyak 26 orang peserta utusan dari sejumlah cabang HMI di Indonesia.

Awalnya, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 32 orang, namun karena sebagian tidak memenuhi persyaratan administratif dan tidak lulus screening, maka hanya tinggal 26 orang yang berhak mengikuti pelatihan di Forum LKK kali ini.

Sementara, Ketua Umum Kohati Cabang Pamekasan Yuli Anisyah menjelaskan, pelaksanaan LKK Tingkat Nasional bertujuan, antara lain, untuk proses kaderisasi di Kohati Cabang Pamekasan.

"Ini merupakan ajang untuk menimba ilmu di tubuh organisasi ini, serta sebagai upaya untuk menguatkan kemampuan intelektual HMI-Wati," katanya.

"Dengan demikian, LKK ini untuk mengasah kemampuan dinda-dinda kohati agar semakin mumpuni kemampuannya lebih-lebih untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka serta bagaimana kedepan untuk berperan aktif untuk mewujudkan tujuan HMI," katanya.

Oleh sebab itu, ia berharap, peserta LKK bisa mengikuti semua proses dan materi yang akan disampaikan para pemateri awal hingga acara tersebut selesai. (MADURAKU.COM)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »