Pejabat Sampang Dilantik di Makam Rato Ebuh

MADURAKU.COM - Bupati Sampang, Slamet Junaidi melantik sebanyak 11 pejabat eselon II atau pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Sampang, Jumat (25/10/2019) di kompleks Makam Rato Ebuh, Madegan, Kelurahan Polagan, yakni situs makan bersejarah Raja Madura di Kabupaten Sampang.

"Pelantikan di komplek pemakaman raja ini kami gelar, agar para pejabat yang menduduki jabatan eselon II ini bisa merefleksikan sejarah perjuangan masa lalu raja dalam konteks kekinian," kata Slamet Junaidi seusai pelantikan.

Pelantikan ke-11 pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Sampang oleh Bupati Slamet Junaidi ini disaksikan Sekretaris Daerah Yuliadi Setiawan, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemkab Sampang.

Ke-11 pejabat yang dilantik itu merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang selama ini ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) di organisasi perangkat daerah (OPD) yang kini dipimpinnya.

Masing-masing Yuliadi Setiawan sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM). Jabatan sebelumnya Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan atau Pj Sekretaris Daerah.

Selanjutnya Sri Andoyo Sudono dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Lalu, Muhammad Zis sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). Sebelumnya ia menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Berikutnya adalah Abd Hannan. Ia dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum. Jabatan sebelumnya sebagai Kepala PRKP.

Lalu, Nurul Hadi sebagai Kepala Dinas KB PPPA. Jabatan sebelumnya adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Pejabat berikutnya adalah M Zuhri. Ia dilantik Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Sampang.

Bupati Slamet Junaidi juga melantik Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Saryono yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan.

Lalu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tony Moerdiwanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda Pemkab Sampang.

Pejabat lainnya adalah Aji Waluyo, yakni dilantik sebagai Kepala Dishub Pemkab Sampang. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Disporabudpar Pemkab Sampang.

Berikutnya adalah Wahyu Prihartono. Ia dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan. Jabatan sebelumnya adalah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja dijabat oleh Suhartini Kaptiati. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala BPPKAD Pemkab Sampang.

"Mutasi jabatan ini sebagai penyegaran dalam birokrasi pemerintahan, semoga dengan tugas yang baru bisa mengemban amanah untuk terus bersinergi menjalankan program kerjanya," kata Bupati Sampang Slamet Junaidi.

Situs makam Ratoh Ebuh ini merupakan makam ibunda Raden Praseno atau Pangeran Cakraningrat I yang sekaligus merupakan Raja Pertama di Madura.
Berdasar catatan sejarah, kerajaan tersebut berkedudukan di Sampang pada tahun 1624 Masehi.

Di samping memiliki nilai historis bagi masyarakat Sampang terkait hari jadi Kota Sampang, di lokasi tersebut juga terdapat salah satu masjid tertua di Madura, yakni Masjid Madeggan.

Menurut cerita rakyat setempat, konon, masjid ini dibangun hanya dalam waktu semalam, sehingga masjid ini dikeramatkan oleh masyarakat sekitar, dan Madura pada umumnya.

Kondisi masjid ini masih terlihat baik dan terawat. Bahkan menurut warga sekitar, masjid ini hingga kini masih sering digunakan oleh masyarakat untuk melaksanakan sumpah pocong.

Pintu masuk masjid tersebut bersebelahan dengan pintu masuk menuju komplek pemakaman Rato Ebuh dengan letak pintu masuk makam Ratu Ebuh ini berada di tengah-tengah antara komplek makam para sesepuh Bupati Sampang.

Bangunan di sekitar Makam Rato Ebuh ini nampak terkesan kuno dan sarat nilai budaya. Termasuk kaya nilai pengetahuan sejarah tentang Madura dan adat-istiadat Pulau Garam ini.

Sempit, pendek, dan kecilnya pintu masuk menuju situs makam, memperlihatkan bagaimana harus menjaga kesopanan untuk masuk makam. Bahkan, menurut cerita, para abdi yang hendak masuk makam, atau para peziarah dulunya harus masuk secara tertib.

Satu-persatu dengan posisi berjongkok. Ini melambangkan penghormatan pada sang ratu. "Sama seperti saat sidang-sidang pertemuan di kerajaan itu. Makanya, desain bangunannya dibuat sempit seperti ini," kata juru kunci Makam Rato Ebuh Sampang, Nurul Amik. (MADURAKU.COM)

0 Response to "Pejabat Sampang Dilantik di Makam Rato Ebuh"

Posting Komentar