Polres Sampang tekan pelanggaran dengan Operasi Patuh Semeru

MADURAKU.COM - Polres Sampang, berupaya menekan angka pelanggaran lalu lintas para pengemudi kendaraan bermotor di wilayah itu, melalui Operasi Patuh Semeru 2019.

"Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari kedepan," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Sampang Kompol Sulardi saat memimpin apel gelar pasukan di halaman Mapolres Sampang, Rabu (28/8/2019).

Operasi kali lebih menekankan kepada pembinaan dan edukasi terhadap pelanggar lalu lintas dengan sasaran delapan jenis pelanggaran.

Antara lain, pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar, mengendarai kendaraan bermotor roda empat dengan tidak memakai safety belt, berkendara dan melebihi batas kecepatan.

Keempat, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh narkoba atau minum-minuman keras, tindakan pada pengendara kendaraan di bawah umur, mengendarai kendaraan bermotor sambil menggunakan telepon seluler.

Selain itu, operasi ini juga pada penindakan pengendara yang melawan arus, dan penggunaan lampu rotator yang bukan pada peruntukannya.

Sulardi lebih lanjut menjelaskan, penindakan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019 ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara, dan menekan terjadinya pelanggaran berlalu lintas.

"Dengan operasi ini, juga diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas," katanya, menjelaskan.

Menurut Kasat Lantas Polres Sampang AKP Anita Kurdi, pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Sampang selama ini masih tergolong tinggi. Bahkan setiap tahun cenderung meningkat.

Ia menuturkan, berdasarkan hasil Operasi Patuh Semeru 2018, pelanggaran lalu lintas hasil operasi kala itu, naik menjadi 28,47 persen dibandingkan 2017 sejumlah 1.609 pelanggaran.

"Sebab, berdasarkan data kami, pada tahun 2018, Satuan Lalu Lintas Polres Sampang menindak 3.124 pelanggaran, diantaranya 2.617 tilang dan 507 teguran," kata Anita.

Ia menuturkan, pelanggaran tertinggi kala itu didominasi oleh kendaraan roda dua yaitu 1.609 pelanggaran. Sedangkan, roda empat 722 pelanggaran.

Kemudian, usia para pelanggar mulai berumur 26 tahun-30 tahun sebanyak 587 orang, profesi pelanggar rata-rata karyawan atau swasta sebanyak 1.532 orang, dan pendidikan pelanggar lulusan SMA sebanyak 1.124 orang.

“Untuk pelanggaran motor seperti tidak menggunakan helm, serta pelanggaran mobil tidak menggunakan sabuk pengaman (Safety Belt),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti yang berhasil disita berupa SIM 198 lembar, 2.394 STNK, serta 25 kendaraan bermotor roda dua dan empat.

"Operasi Patuh saat ini, akan menjadi data kami, apakah kesadaran pengendara kendaraan bermotor disini sudah meningkat atau belum, akan diketahui nanti setelah operasi selesai," katanya, menjelaskan. (MADURAKU.COM)

0 Response to "Polres Sampang tekan pelanggaran dengan Operasi Patuh Semeru"

Posting Komentar