473.843 Orang Telah Menandatangani Stop Izin FPI

MADURAKU.COM - Petisi setop izin Front Pembela Islam (FPI) di laman Change.org telah ditandatangani lebih dari 473.843 orang pada Senin (3/6/2019) malam sekitar pukul 23.50 WIB. Ira Bisyir selaku pembuat petisi, mengajak masyarakat untuk menolak perpanjangan izin organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu.

Petisi berjudul "Stop Ijin FPI" itu dibuat beberapa hari lalu. Ira menggalang petisi tersebut karena menilai FPI sebagai organisasi kelompok radikal.

"Mengingat akan berakhirnya izin organisasi FPI di Indonesia, mari kita bersama-sama menolak perpanjangan izin mereka. Karena organisasi tersebut merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI," demikian bunyi isi petisi tersebut.

Beragam alasan mewarnai kolom komentar di lama petisi tersebut. Titik Retnowati menuliskan alasan menandatangani petisi tersebut karena FPI dianggap selalu menimbulkan huru-hara. Alasan lainnya dari pendukung petisi itu menilai FPI tidak cocok di NKRI. [Baca Juga: Petisi Tolak Izin Perpanjangan FPI Mulai Bergulir]

"FPI merusak citra dan nama agama Islam. Saya orang Islam tidak setuju dengan tindak tanduk dan kegiatan FPI yang mempolitisikan agama Islam," tulis Anita Mulyati menyebutkan alasan menandatangani petisi tersebut.

Status FPI terdaftar sebagai ormas di Kementerian Dalam Negeri akan habis pada Juni 2019. Dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Menanggapi petisi yang dibuat di laman change.org itu, Juru Bicara FPI Slamet Maarif menjelaskan organisasinya berstatus terdaftar di Kemendagri. Jika status itu berakhir, kata Slamet, maka pihaknya akan mendaftarkan kembali. [Baca Juga: Setelah Menghina Gus Mus, Facebook Umar Hamdan Karrar Terus Diserbu Warganet]

"Itu bukan izin tapi pendaftaran. Ya kami akan daftar kembali," kata Slamet yang juga Ketua Persaudaraan Alumni 212, seperti dilansir cnnindonesia.com, Rabu, 08/05/2019.

Slamet menilai alasan penolakan itu hanya fitnah murahan. Dia mengatakan fitnah tersebut selalu dipakai oleh pihak yang tidak mau mengakui peran FPI dalam kegiatan kemanusiaan lainnya.

"Suruh mereka belajar baca jangan jadi provokator," kata pria yang juga menjabat sebagai Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. [Baca Juga: Umar Hamdan Karrar Dipolisikan Karena Melecehkan Tokoh Ulama NU]

Sementara Ketua Umum FPI Sobri Lubis menyebut pihak yang ingin status perpanjangan hukum Ormas FPI tak diperpanjang atau dicabut adalah orang-orang yang doyan maksiat.

"Mungkin orang-orang yang doyan maksiat ya biasanya mereka yang minta supaya FPI dibubarkan," kata Sobri.

Dia mengklaim banyak masyarakat yang justru ingin FPI bertambah kuat lantaran FPI tak kerap mengawal dan mendampingi masyarakat dari kerusakan-kerusakan yang ada saat ini. (MADURAKU.COM)

0 Response to "473.843 Orang Telah Menandatangani Stop Izin FPI"

Posting Komentar