Kitab Kuno "Bahrul Lahut" ternyata ada di Madura

MADURAKU.COM - Puluhan mahasiswa dari Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Minggu (21/4/2019) pagi ini nagji kitab "Bahrul Lahut" dan naskah kuno lainnya di perpustaan Pondok Pesantren Sumber Anyar, Tlanakan, Pamekasan.

Naskah kuno kitab "Bahrul Lahut" (Samudera Ketuhanan) yang merupakan kitab filsafat tulisan tangan ulama asal Aceh telah ditemukan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kitab ini awalnya ditemukan tim peneliti dari Balai Litbang Kantor Kementerian Agama Semarang di Pondok Pesantren Sumber Anyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Kondisi kitab karya ulama asal Aceh ini sebagian sudah tidak utuh lagi dan banyak yang berlubang, karena dimakan rayap.

Ada sekitar 80 eksemplar naskah kitab kuno yang ada di pesantren itu dan semuanya ditulis dengan tangan. "Kalau jenis kitabnya sekitar 120 kitab, karena dalam satu naskah ada yang lebih dari satu kitab," kata Ketua Pengurus Perpustakaan Sejarah di pesantren itu, Kholis.

Kitab "Bahrul Lahut" merupakan salah satu kitab yang membahas tentang filsafat ketuhanan di antara sejumlah kitab dalam naskah-naskah kuno yang ada di perpustakaan itu.

Bahrul Lahut atau Samudera Ketuhanan ini sempat didaku (diklaim) sebagai karya ulama Malaysia, karena menggunakan bahasa Melayu, tetapi kitab ini sebenarnya merupakan kitab karya ulama Indonesia asal Aceh.

Selain kitab Bahrul Lahut, juga ditemukan naskah kitab kuno karya intelektual Muslim, Ibnu Arabi, yakni kitab "Tuhfatul Mursalah" dan "Kitabul Waqad" atau ilmu astronomi yang juga ditulis dengan tangan.

Salah satu isi kitab astronomi yang berbahasa Arab ini menjelaskan tentang peredaran bumi, bulan, dan matahari. (MADURAKU.COM)

0 Response to "Kitab Kuno "Bahrul Lahut" ternyata ada di Madura"

Posting Komentar